Kategori: Semua Data
567 dokumen tersediaJumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Kepulauan Riau pada bulan September 2016 sebanyak 119.143 orang (5,84 persen). Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada Maret 2016 yang berjumlah 120.412 orang (5,98 persen), secara absolut mengalami penurunan sebanyak 1.269 orang atau turun sebesar 0,14 poin.
Pada Januari 2017 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 98,16 mengalami penurunan sebesar 0,48 persen dibanding NTP pada Desember 2016. NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 96,92; NTP subsektor Hortikultura sebesar 100,87; NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 82,38 NTP subsektor Peternakan sebesar 103,27 dan NTP subsektor Perikanan sebesar 109,09. Pada Januari 2017 di Provinsi Kepulauan Riau tercatat inflasi perdesaan sebesar 0,62 persen yang dipicu oleh naiknya harga Bahan Makanan; Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Perumahan; Sandang; Kesehatan; Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga; serta Transportasi dan Komunikasi.
Pada September 2016, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,352. Angka ini menurun sebesar 0,002 poin dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0,354. Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2016 sebesar 0,346, turun sebesar 0,005 poin dibanding Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0,351. Sementara Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2016 juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Gini Ratio pada Maret 2016, yaitu dari 0,284 menjadi 0,264.
Pada Februari 2017 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 99,14 mengalami kenaikan sebesar 1,00 persen dibanding NTP pada Januari 2017. NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 96,95; NTP subsektor Hortikultura sebesar 102,18; NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 83,89; NTP subsektor Peternakan sebesar 102,64; dan NTP subsektor Perikanan sebesar 110,44. Pada Februari 2017 di Provinsi Kepulauan Riau tercatat inflasi perdesaan sebesar 0,01 persen yang dipicu oleh naiknya indeks pada 5 kelompok pengeluaran yaitu: Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau; Perumahan; Sandang; Kesehatan; Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga.
Pada Maret 2017 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 98,16 mengalami penurunan sebesar 0,99 persen dibanding NTP pada Februari 2017. NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 95,84; NTP subsektor Hortikultura sebesar 99,59; NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 83,48; NTP subsektor Peternakan sebesar 103,24; dan NTP subsektor Perikanan sebesar 109,32. Pada Maret 2017 di Provinsi Kepulauan Riau tercatat inflasi perdesaan sebesar 0,09 persen yang dipicu oleh naiknya indeks pada 4 kelompok pengeluaran yaitu: Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau; Perumahan; Kesehatan; Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga
Pembangunan manusia di Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2016 terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepulauan Riau. Pada tahun 2016, IPM Provinsi Kepulauan Riau telah mencapai 73,99. Angka ini meningkat sebesar 0,24 poin dibandingkan dengan IPM Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2015 yang sebesar 73,75
Pada April 2017 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 98,12 mengalami penurunan sebesar 0,03 persen dibanding NTP pada Maret 2017. NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 97,37; NTP subsektor Hortikultura sebesar 100,27; NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 82,81; NTP subsektor Peternakan sebesar 103,65; dan NTP subsektor Perikanan sebesar 108,70.
Jumlah angkatan kerja di Provinsi Kepulauan Riau pada Februari 2017 mencapai 1.053.415 orang, meningkat sebanyak 140.511 orang dibanding Februari 2016, di mana jumlah angkatan kerja pada Februari 2016 sebanyak 912.904 orang.
Pada Mei 2017 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 96,99 mengalami penurunan sebesar 1,16 persen dibanding NTP pada April 2017. NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 96,07; NTP subsektor Hortikultura sebesar 98,18; NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 80,28; NTP subsektor Peternakan sebesar 103,98; dan NTP subsektor Perikanan sebesar 108,94. Pada Mei 2017 di Provinsi Kepulauan Riau tercatat deflasi perdesaan sebesar 0,02 persen yang dipicu oleh turunnya indeks pada 3 kelompok pengeluaran yaitu: Bahan Makanan; Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga; serta Transportasi dan Komunikasi
Pada Juni 2017 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 96,99 mengalami kenaikan sebesar 0,01 persen dibanding NTP bulan Mei 2017. NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 95,38; NTP subsektor Hortikultura sebesar 98,51; NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 79,33; NTP subsektor Peternakan sebesar 104,25; dan NTP subsektor Perikanan sebesar 109,66.
Halo!
Saya Asisten AI LADA. Anda sedang menjelajahi Semua Data. Ada data atau indikator yang ingin Anda tanyakan?