Kategori: Semua Data
567 dokumen tersediaPada Maret 2017, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,334. Angka ini menurun sebesar 0,018 poin dibandingkan dengan Gini Ratio September 2016 yang sebesar 0,352.
Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Kepulauan Riau pada bulan Maret 2017 sebanyak 125.370 orang (6,06 persen). Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada September 2016 yang berjumlah 119.143 orang (5,84 persen), secara absolut mengalami peningkatan sebanyak 6.227 orang atau naik sebesar 0,22 poin.
Pada Juli 2017 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 96,73 mengalami penurunan sebesar 0,27 persen dibanding NTP bulan Juni 2017. NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 94,99; NTP subsektor Hortikultura sebesar 96,42; NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 79,53; NTP subsektor Peternakan sebesar 104,56; dan NTP subsektor Perikanan sebesar 110,17.Pada Juli 2017 di Provinsi Kepulauan Riau tercatat inflasi perdesaan sebesar 0,34 persen yang dipicu oleh naiknya indeks pada empat kelompok pengeluaran yaitu: Bahan Makanan; Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; Pendidikan, Rekreasi & Olah raga; dan Transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.
Pada Agustus 2017 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 96,91 mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen dibanding NTP bulan Juli 2017.NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 95,27; NTP subsektor Hortikultura sebesar 97,02; NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 78,88; NTP subsektor Peternakan sebesar 104,05; dan NTP subsektor Perikanan sebesar 111,18.Pada Agustus 2017 di Provinsi Kepulauan Riau tercatat inflasi perdesaan sebesar 0,34 persen yang dipicu oleh naiknya indeks pada dua kelompok pengeluaran yaitu: Bahan Makanan dan Transportasi, komunikasi dan jasa keuangan
Pada September 2017 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 96,55 mengalami penurunan sebesar 0,37 persen dibanding NTP bulan Agustus 2017. NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 95,08; NTP subsektor Hortikultura sebesar 95,66; NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 78,23; NTP subsektor Peternakan sebesar 104,38; dan NTP subsektor Perikanan sebesar 111,46.Pada September 2017 di Provinsi Kepulauan Riau tercatat deflasi perdesaan sebesar 0,04 persen yang dipicu oleh turunnya indeks pada empat kelompok pengeluaran yaitu: Bahan Makanan; Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau; Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga; dan Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan.
Pada Oktober 2017, NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 97,23 mengalami kenaikan sebesar 0,71 persen dibanding NTP bulan September 2017. NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 95,64; NTP subsektor Hortikultura sebesar 96,69; NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 80,21; NTP subsektor Peternakan sebesar 103,84; dan NTP subsektor Perikanan sebesar 111,28.NTUP subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 104,38; NTUP subsektor Hortikultura sebesar 106,80; NTUP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 90,76; NTUP subsektor Peternakan sebesar 112,84; dan NTUP subsektor Perikanan sebesar 120,31.
Pada Agustus 2018, Jumlah penduduk Kabupaten Lingga yang bekerja pada kegiatan formal sebanyak 13.553 orang (32,66 persen). Angka ini naik 3,08 poin dari Agustus 2017 yang besarnya 29,59 persen.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Lingga pada Agustus 2021 sebesar 4,23 persen. Mengalami penurunan TPT sebesar 0,19 poin persen jika dibandingkan dengan TPT Agustus 2020.Angkatan kerja Kabupaten Lingga Agustus 2021 sebanyak 44.776 orang. Bertambah 263 orang dibanding angkatan kerja pada Agustus 2020. Penduduk yang bekerja di Kabupaten Lingga pada Agustus 2021 sebanyak 42.884 orang. Bertambah 336 orang dibanding penduduk yang bekerja pada Agustus 2020. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Kabupaten Lingga Agustus 2021 sebesar 64,49 persen. Menurun 0,07 poin persen dibanding TPAK Agustus 2020.
Pada bulan Maret 2021, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lingga ada sebanyak 12.580 orang. Jumlah tersebut bertambah 130 orang dibandingkan dengan kondisi 2020 yang sebesar 12.450 orang. Persentase penduduk miskin di Kabupaten Lingga naik sebesar 0,08 persen, dari 13,85 persen pada tahun 2020 menjadi 13,93 persen pada tahun 2021. Garis Kemiskinan di Kabupaten Lingga naik sebesar 2,48% menjadi Rp484.099 per kapita per bulan. Sebelumnya, pada tahun 2020 Garis Kemiskinan di Kabupaten Lingga sebesar Rp472.384. Indeks kedalaman kemiskinan di Kabupaten Lingga sebesar 2,98. Nilai ini naik dibanding tahun 2020 yang sebesar 2,32 Indeks keparahan kemiskinan di Kabupaten Lingga sebesar 0,9. Nilai tersebut meningkat dari tahun 2020 yang besarnya 0,58
Dalam satu dekade, pembangunan manusia di Kabupaten Lingga terus mengalami kemajuan. IPM Kabupaten Lingga meningkat dari 58,51 pada tahun 2011 menjadi 65,83 pada tahun 2021. Selama periode tersebut, IPM Kabupaten Lingga rata-rata tumbuh sebesar 1,19 persen per tahun dan meningkat dari level “rendah” menjadi “sedang” sejak tahun 2013. Namun, pandemi COVID-19 telah membawa sedikit perubahan dalam pencapaian pembangunan manusia Kabupaten Lingga. IPM tahun 2020 tercatat sebesar 65,29 atau tumbuh 0,48 persen, melambat dibandingkan pertumbuhan tahun 2019. Namun demikian, setelah satu tahun lebih pandemi COVID-19 melanda Indonesia, IPM mulai mengalami percepatan di tahun 2021, yaitu mampu tumbuh sebesar 0,83 persen dibanding tahun sebelumnya.
Halo!
Saya Asisten AI LADA. Anda sedang menjelajahi Semua Data. Ada data atau indikator yang ingin Anda tanyakan?