Hasil untuk: "Indeks Pembangunan Manusia"
220 sumber ditemukanMateri yang disajikan dalam publikasi ini memuat berbagai informasi terpilih yang berhubungan dengan pembangunan di segala sektor yang ada di Kecamatan Lingga Timur dan diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan
Publikasi ini memuat berbagai informasi/indikator terpilih yang terkait dengan pembangunan di segala sektor di Kecamatan Selayar dan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan/kajian dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan.
Publikasi ini memuat berbagai informasi/indikator terpilih yang terkait dengan pembangunan di segala sektor di Kecamatan Lingga Utara dan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan/kajian dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan.
Materi yang disajikan dalam publikasi ini memuat berbagai informasi terpilih yang berhubungan dengan pembangunan di segala sektor yang ada di Kecamatan Senayang dan diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu perangkat data ekonomi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja pembangunan ekonomi suatu wilayah. Perangkat data ini dapat pula digunakan untuk kepentingan dan tujuan lain, seperti sebagai dasar pengembangan model-model ekonomi dalam rangka menyusun formulasi kebijakan, tingkat percepatan uang beredar, pendalaman sektor keuangan, penetapan pajak, kajian ekspor dan impor, dan sebagainya.Publikasi ini secara khusus membahas mengenai PDRB menurut pendekatan penggunaan di Kabupaten Lingga. Pendekatan ini dirinci menjadi beberapa komponen, yaitu: Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah, Pembentukan Modal Tetap Bruto, dan Perubahan Inventori, serta Ekspor Neto. Data PDRB dalam publikasi ini telah menerapkan konsep System of National Accounts 2008 seperti yang direkomendasikan oleh United Nations.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu perangkat data ekonomi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja pembangunan ekonomi suatu wilayah. Perangkat data ini dapat pula digunakan untuk kepentingan dan tujuan lain, seperti sebagai dasar pengembangan model-model ekonomi dalam rangka menyusun formulasi kebijakan, tingkat percepatan uang beredar, pendalaman sektor keuangan, penetapan pajak, kajian ekspor dan impor, dan sebagainya.Publikasi ini secara khusus membahas mengenai PDRB menurut pendekatan penggunaan di Kabupaten Lingga. Pendekatan ini dirinci menjadi beberapa komponen, yaitu: Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah, Pembentukan Modal Tetap Bruto, dan Perubahan Inventori, serta Ekspor Neto. Data PDRB dalam publikasi ini telah menerapkan konsep System of National Accounts 2008 seperti yang direkomendasikan oleh United Nations.
Lingga Dalam Angka merupakan publikasi tahunan yang diterbitkan oleh BPS Kabupaten Lingga. Disadari bahwa publikasi ini belum sepenuhnya memenuhi harapan pihak pemakai data khususnya para perencana, namun diharapkan dapat membantu melengkapi penyusunan rencana pembangunan di Kabupaten Lingga.
Pada bulan Maret 2021, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lingga ada sebanyak 12.580 orang. Jumlah tersebut bertambah 130 orang dibandingkan dengan kondisi 2020 yang sebesar 12.450 orang. Persentase penduduk miskin di Kabupaten Lingga naik sebesar 0,08 persen, dari 13,85 persen pada tahun 2020 menjadi 13,93 persen pada tahun 2021. Garis Kemiskinan di Kabupaten Lingga naik sebesar 2,48% menjadi Rp484.099 per kapita per bulan. Sebelumnya, pada tahun 2020 Garis Kemiskinan di Kabupaten Lingga sebesar Rp472.384. Indeks kedalaman kemiskinan di Kabupaten Lingga sebesar 2,98. Nilai ini naik dibanding tahun 2020 yang sebesar 2,32 Indeks keparahan kemiskinan di Kabupaten Lingga sebesar 0,9. Nilai tersebut meningkat dari tahun 2020 yang besarnya 0,58
Pada September 2017 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 96,55 mengalami penurunan sebesar 0,37 persen dibanding NTP bulan Agustus 2017. NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 95,08; NTP subsektor Hortikultura sebesar 95,66; NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 78,23; NTP subsektor Peternakan sebesar 104,38; dan NTP subsektor Perikanan sebesar 111,46.Pada September 2017 di Provinsi Kepulauan Riau tercatat deflasi perdesaan sebesar 0,04 persen yang dipicu oleh turunnya indeks pada empat kelompok pengeluaran yaitu: Bahan Makanan; Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau; Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga; dan Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan.
Pada Agustus 2017 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 96,91 mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen dibanding NTP bulan Juli 2017.NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 95,27; NTP subsektor Hortikultura sebesar 97,02; NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 78,88; NTP subsektor Peternakan sebesar 104,05; dan NTP subsektor Perikanan sebesar 111,18.Pada Agustus 2017 di Provinsi Kepulauan Riau tercatat inflasi perdesaan sebesar 0,34 persen yang dipicu oleh naiknya indeks pada dua kelompok pengeluaran yaitu: Bahan Makanan dan Transportasi, komunikasi dan jasa keuangan
Halo!
Saya Asisten AI LADA. Ada yang ingin Anda tanyakan seputar data "Indeks Pembangunan Manusia"?